Musica Champion ketika menjadi juara Superliga Badminton 2017. (Istimewa/Humas Superliga Badminton)Jakarta - Pengundian Superliga Badminton 20019 telah dilakukan. Klub-klub mulai menghitung laju di ajang bulutangkis beregu putra dan putri itu.
Kejuaraan beregu bulutangkis antarklub, yang tahun kemarin mandeg, itu digeber di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, mulai 18 hingga 24 Februari.
Ajang bulutangkis, yang akan memakai format Piala Thomas dan Uber, itu diikuti delapan tim putra dan delapan tim putri. Masing-masing kategori itu dibagi menjadi dua grup, Grup A yang berisi tim putra diisi juara bertahan Musica, Sports Affairs, Daihatsu Astec, dan Berkat Abadi. Sementara, Grup B (putra) dihuni oleh Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, Jatim United, Hitachi.
Pada persaingan putri, pembagian menjadi dua grup. Grup X terdiri dari Jaya Raya Jakarta, Berkat Abadi, Samurai Reptiles, dan Tiket.com Champion Klaten, serta Grup Y diisi oleh Djarum Kudus, Mutiara Cardinal, Saishunkan Unisys, dan Granular.
Perwakilan Jaya Raya Jakarta, Erwan Purnomo, mengatakan, kalau melihat hasil undian, peluang tim putra Jaya Raya untuk juara tipis alasannya yaitu harus mengalahkan juara bertahan. Tapi, bukan berarti tak ada peluang.
"Jadi sasaran kami insya Allah untuk tim putra kami ingin juara. Sementara tim putri ada beberapa atlet kami yang dikirim ke turnamen di Spanyol dan Jerman, sebagai bab dari aktivitas PBSI jadi untuk sasaran kami semifinal dulu. Bagus kalau dapat juara," kata Erwan dalam jumpa pers di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (31/1/2019).
Christian Hadinata, perwakilan PB Djarum, memprediksi persaingan di Superliga Badminton tahun ketujuh itu bakal berat bagi Djarum. Selain berada satu grup dengan Musica, putra Djarum akan menurunkan pemain muda dengan tanpa sumbangan pebulutangkis pemain ajaib di ajang itu.
"Semua klub niscaya ingin juara hanya memang perlu usaha keras. Tapi akad kami ajang ini sebagai training atlet muda. Untuk itu, putra kami turunkan pemain mudanya, putri pun hanya satu pemain asing. Tapi paling tidak pemain kami akan menimba pengalaman. Maka itu, sasaran kami putra dan putri sedikit demi sedikit semifinal dulu," kata Christian.
Tim juara bertahan, Musica, merendah dengan menyampaikan timnya tak pernah mematok sasaran juara. Di balik belanja pemain-pemain top mancanegara, Musica menyimpan misi utama untuk menginspirasi pemain muda biar mengikuti jejak ke papan atas dunia.
"Kami ini bukan klub bulu tangkis tapi kami tiba untuk memberi pandangan gres biar dapat menyerupai si atlet. Seperti Lee Yong Dae, itu merupakan pemain yang sebelumnya sudah ada. Kemudian sebelumnya ada Lee Chong Wei dan Hyun Ill, tapi kan tidak dapat main alasannya yaitu cedera," kata manajer Musica, Effendy Widjaja.
"Jadi bicara sasaran bahwasanya kami tidak ada harus juara. Kebetulan dari kemarin, empat kali berturut-turut menjadi juara," beliau menambahkan.
Post a Comment