0 Comment
Ada Doa Mama dan Bapak yang Cerewet di Antara Kerja Keras MarinusMarinus Wanewar ketika berkostum Timns (Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO)

Jakarta - Striker Timnas Indonesia U-22, Marinus Maryanto Wanewar, bekerja amat keras untuk menggapai karier di sepakbola. Juga pinjaman doa mama dan ayah.

Marinus bukan dari keluarga atlet. Ayahnya, Peter Wanewar, seorang nelayan. Mamanya, Regina Cawem, ibu rumah tangga.

Sarmi mulai membangun mimpi menjadi seorang pesepakbola gara-gara radio. Marinus terbuai dengan agresi Boaz Solossa lewat penuturan penyiar radio.

Obsesi Marinus untuk menjadi pemain bola bertambah sesudah dia erat dengan play station. Ketiadaan dana tak dijadikan soal bagi Marinus.

Marinus bersyukur kedua orang tuanya mendukung lewat cara lain. Bapak dan mamanya tak pernah berhenti melantunkan doa.

Segala cara untuk mengasah kemampuan sepakbola ditempuh Marinus. Termasuk keinginan berpengaruh untuk menembus 'sekolah dan latihan gratis'; bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Jayapura.


Ada dongeng menarik ketika Marinus akan mengikuti seleksi itu. Dia bokek berat. Begitu pula kedua orang tuanya.

Ngotot ingin mengikuti seleksi, Marinus menjual PS milik sobat yang dipinjam sudah cukup lama. Keputusan itu membuahkan hasil, talenta Marinus tercium oleh instruktur dan jalan untuk menekuni sepakbola kian terang.

Sebuah kesempatan didapatkan Marinus. Dia terpilih menjadi satu dari 30 pemain Papua yang dikirim ke Belanda untuk mengikuti uji tanding melawan klub-klub di Negeri Bunga Tulip itu. Termasuk Feyenoord.

Bakat Marinus juga menawan barisan instruktur Persipura. Dia makin dekat dengan klub cita-cita masa kecil sesudah dikontrak Persipura Jayapura U-21.

Tapi Marinus tak hanya menghitung kerja kerasnya sendiri. Dia menyebut jalannya hingga di Timnas SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan sekarang gotong royong Timnas Indonesia U-22 juga berkat tugas mama dan bapaknya. Makanya, dia selalu memperlihatkan porsi khusus kepada orang bau tanah dalam hari-harinya.

"Mereka (orang tua) selalu mendoakan saya. Kaprikornus setiap akan bertanding aku telepon orang tua. Apalagi mama alasannya yakni aku lebih dekat dengan beliau, aku sering curhat (mencurahkan hati)," kata Marinus dalam One on One detikSport di Hotel Sultan, Senayan, beberapa waktu lalu.

Bagi Marinus, mama merupakan sosok yang sabar. Sementara, ayahnya banyak omong dan sosok yang keras.

"Daripada mama, bapak lebih cerewet. Dia juga sangat keras. Tapi soal kasus kemarin bapak tidak marah. Dia hanya bilang, itu sudah pilihan kamu," ujar anak keenam dari delapan bersaudara ini.

Marinus juga menjelaskan hingga sekarang dia belum sempat meminta maaf kepada orang tuanya. "Tidak sempat alasannya yakni mereka jikalau hal menyerupai itu mereka malas pikir. Begitu mama, dia tak bicara dan hanya berdoa," katanya.



Post a Comment

 
Top